ALFATIH WEB

A dashboard to share about knowledge, experience and technology informatic

JANTUNG DALAM PANDANGAN MEDIS DAN AL-QUR’AN

 =

Tubuh kita tersusun oleh berbagai organ vital yang menopangnya untuk bisa bekerja dengan mestinya sesuai kodrat Illahi. Salah satu organ vital itu adalah jantung atau dalam bahasa medis biasa disebut cardiac. Sebuah organ kecil sebesar kepalan tangan kita yang mempunyai fungsi yang sangat penting dengan memompakan darah ke seluruh tubuh beserta zat-zat makanan yang terkandung didalamnya yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk melangsungkan hidup sel-sel tersebut. Organ ini berkerja tanpa henti dengan terus menerus berdenyut dan berdenyut tanpa henti dan tak punya lelah.

Dalam Agama Islam ada bagian dari tubuh kita yang selalu sibuk setiap saat dibandingkan oleh raga kita yang disebut dengan hati. Mungkin sebagian dari kita juga pernah mendengar tentang hadist Rasulullah SAW yg artinya “Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya tidak lain dan tidak bukan itulah yg dikatakan hati.”[HR. Bukhari-Muslim]. Lalu apakah apakah ada hubungannya hati yang dimaksud dalam Hadist tersebut dengan organ yang dinamakan jantung? Ataukah memang benar-benar hati yang dimaksudkan adalah hepar (hati) dalam bahasa medisnya?

Marilah kita pahami secara bersama-sama, dilihat dari segi anatomis letak jantung berada dalam rongga dada tepatnya sebagian besar di rongga dada sebelah kiri. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Allah dalam QS. Al Hajj: 46 yang artinya “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. Kalau kita lihat dari ayat tersebut bahwa hati memiliki fungsi yang sangat penting dalam sebuah amalan manusia yang mengendalikan baik buruknya tingkah laku manusia. Ibnu Qoyyim pernah menjelaskan secara ringkas dan sederhana dalam sebuah kitabnya tentang bagaimana cara menghidupkan hati kita krn hati yg hidup adl kekayaan yg sangat berharga dan sebaliknya hati yg mati adl kerugian yg tiada taranya dan akan menyusahkan si empunya hati di dunia dan di akhirat. Seorang syaikh menyatakan dalam suatu ceramahnya “Sesungguhnya Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad SAW utk menghidupkan hati manusia sebagaimana menurunkan hujan utk menghidupkan dan menyirami bumi”. Kemudian dalam surat Al Anfal:24, Allah berfirman yang artinya “dan ketahuilah bahwa Allah membuat batasan antara manusia dan hatinya, Hati adalah pusat pengatur seluruh aktifitas jasmaniah dan rohaniah manusia, misalnya daya sadar, daya cipta, daya tindak dan sebagainya. Allah menghalangi kegiatan daya-daya tersebut, yang menjurus kepada kejahatan, dan bahwasanya kepada dialah kamu akan dikumpulkan”.

Begitu pula jantung, disusun oleh sebuah otot yang berbeda diantara otot penyusun lainnya yang disebut otot jantung, dimana otot ini berbentuk seperti otot lurik namun bekerja seperti otot polos. Secara singkat dapat kita lihat dalam tabel berikut:

Otot Polos Otot Lurik Otot Jantung
ü Bentuk : seperti gelendong yang masing2 ujungnya runcing
Letak Inti sel : ditengahü Jumlah inti : 1ü Warnanya : polos, dengan sitoplasma bening

ü Gerakannya dipengaruhi oleh saraf otonom

ü Lambat terhadap rangsangan

ü Merupakan otot tidak sadar

ü Membentuk lapisan otot pada dinding usus, pembuluh darah, saluran kemih dan saluran ekskresi.

ü Memiliki sel-sel yang tidak jelas batasnyaü Bentuk : panjang

ü Letak inti sel : di tepi sel

ü Jumlah inti : banyak

ü Membentuk otot rangka yang menempel pada tulang/rangka

ü Gerakan dipengaruhi saraf sadar

ü Merupakan otot sadar

ü Pada sitoplasma terdapat daerah terang dan daerah gelap (tampak lurik)

ü Tidak memiliki percabangan

ü Kerjanya kuat, ada periode istirahat

ü Memiliki sel-sel yg tidak jelas batasnyaü Bentuk : panjang (seperti otot lurik)

ü Merupakan organ jantung

ü Letak inti : di tengah-tengah sel

ü Jumlah inti : banyak

ü Kerjanya cepat dan tidak pernah berhenti

ü Gerakannya dipengaruhi oleh saraf otonom (sama dengan otot polos)

 

Allah memberikan kekhususan pada organ jantung ini dengan kombinasi yang sangat istimewa dari keunggulan fungsi otot polos dan lurik. Dengan keistimewaan tersebut, jantung secara kodratnya bekerja terus menerus tanpa henti dengan memompakan darah keseluruh tubuh. Justru ketika jantung mengalami masalah, maka seluruh tubuh akan menanggung akibatnya. Sebagai contoh ketika orang mengalami gagal jantung maka akan tertimbun cairan di berbagai organ, yang paling nampak jelas yaitu di organ paru-paru akan terendam oleh cairan tubuh akibatnya orang tersebut akan sesak napas.

Dalam sebuah penelitian meta-analisis data dasar dengan memakai MEDLINE, pscINFO, web of science dan PUBMed sampai bulan November 2008 yang dilakukan oleh Yoichi Chida dan Andrew Steptoe, mendapatkan hasil bahwa marah dan benci berhubungan dengan peningkatan kejadian PJK pada populasi yang sebelumnya sehat dengan kombinasi rasio bahaya (HR) 1,19;95v% CI 1.05-1,35, dengan p=0.008 dan prognosis yang buruk pada populasi PJK (HR 1,24; 95% CI 1,09-1,42, p=0,002). Hal itu dikuatkan oleh penelitian Whang W dkk pada populasi Nurses Health Study tentang asosiasi kejadian PJK dengan gejala depresi dan variabel proxy untuk depresi secara klinis. Kita tahu  bahwa marah, benci dst adalah bagian dari penyakit hati (makna hati dalam agama). Seperti dalam QS Al-Baqarah ayat 1-20, hati manusia itu terbagi kepada 3 macam kualitas hati. Pertama: Hati yang bersih (Qalbun salim), Kedua: Hati yang Mati (Qalbun Mayyitun), Ketiga: hati yang berpenyakit (Qalbun Mariedun).

Dari sedikit urian diatas mungkin masing-masing dari kita dapat memahaminya dan menyimpulkan, apakah hati (dalam bahasa agama) adalah jantung (dalam bahasa medis)? Mungkin sebagai tambahan bahwa kita pernah muda dan pernah merasakan jatuh cinta. Jatuh cinta hubungannya dengan hati namun lambang apa yang biasa kita lihat dari ungkapan cinta (love) selain lambang daun cinta. Sedangkan lambang dari jantung apakah tidak mirip dengan daun cinta? Sebuah renungan bagi kita bersama jantung adalah hati sebenarnya bagi kita.

One response to “JANTUNG DALAM PANDANGAN MEDIS DAN AL-QUR’AN

  1. brandon 21 March 2010 at 08:53

    JanTung HaTIku q letakkaN dijaNTung HaTImu Q rekatkaN di naDimu mengaLIr ke daraHku,,,,LYLa SOng sedikit gambaRn tntg janTUng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: