ALFATIH WEB

A dashboard to share about knowledge, experience and technology informatic

Bagaimana cara bernegosiasi Gaji saat melamar kerja ?

Salary Proposal

Semboyan : “Gaji atau salary memang bukan segalanya, tapi tanpa salary yang tepat dan sesuai segalanya akan rusak atau tak bermakna“. Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana kita bisa mendapatkan salary yang pantas dan tepat untuk profesionalisme kinerja kita. Setiap orang yang pernah melamar kerja atau ingin bekerja pasti memikirkan tentang pengahasilannya nanti akan berapa jumlahnya? itu tidak bisa kita pungkiri meskipun sebagian orang menjawab atau berkata ketika mereka sedang melamar di perusahaan yang besar dan ternama bahwa mereka ingin menerapkan ilmu yang dimiliki dan mencari pengalaman kemudian bla..bla…bla..dst. Memang benar bahwa salary bukan tujuan utama akan etatpi ketika salary yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan maka pastinya motivasi kita akan turun dan mencari tempat kerja baru yang mampu memberikan kita kesejahteraan termasuk didalamnya adalah salary yang tinggi yang sesuai dengan harapan kita. Betul gak? ane juga pernah ngalamin itu kok…….

Lalu bagaimana caranya seh supaya kita dinilai profesional dan mendapatkan salary yang semaksimal mungkin? Perlu diketahui sebelumnya bahwa apa yang diharapkan oleh karyawan tentang salary dan kesejahteraan diamanpun anda bekerja dan sampai kapanpun akan selalu bertolak belakang dengan keinginan sebuah perusahaan. Prinsip dari perusahaan adalah strategi mendapatkan SDM yang profesional dan handal tetapi dengan cost yang seminimal mungkin, kalau bahasa sindirannya “Memberikan gaji kopral tapi mendapatkan hasil kinerja seorang jendral”apa tidak keterlaluan itu?

Nah disini, akan kita bahas itu supaya kita tidak masuk dalam perangkap dari strategi perusahaan, sehingga ketika jabatan kita adalah jendral ya paling tidak mendapatkan gaji sesuai dengan pangkat dan jabatan atau mungkin bisa lebih. Agar negosiasi kompensasi Anda dapat efektif, pertama-tama  harus memahami apa yang penting bagi Anda dan apa yang dicari dalam posisi tersebut. Jadikanlah apa yang dapat Anda berikan kepada perusahaan sebagai dasar negosiasi Anda.

Lakukan persiapan sejak awal Anda mencari pekerjaan!

Jangan menunggu hingga saat interview atau saat Anda sudah ditawarkan posisinya, baru memikirkan gajinya. Terkadang pertanyaan tentang gaji sudah ada sejak telepon pertama atau bahkan pada saat mengirimkan surat lamaran. Hati-hati dengan permainan ini, jangan sampai Anda memasukkan harga terlalu tinggi sehingga tidak mendapatkan kesempatan selanjutnya, atau meminta harga yang terlalu rendah padahal Anda berhak mendapatkan lebih sejak awal.

Lakukan riset perbandingan gaji

Anda dapat memperkirakan kompensasi untuk seseorang di sebuah perusahaan dengan melihat kemampuan, kualifikasi, pengalaman, tahun bekerja, fokus industri, dan lokasi yang sama dengan Anda.

Bagaimana mendapatkan riset tersebut?

Dengan sumber yang sangat banyak di internet, di perpustakaan, dan melalui teman-teman disuatu komunitas sosial anda bisa mencari dengan mudah ekspetasi gaji dari berbagai jenjang seperti fresh graduate atau berpengalaman. Namun, anda jangan hanya mempercayai satu sumber informasi untuk mendapatkan perbandingan data gaji. Memang Anda tidak akan mendapatkan angka yang persis untuk data gaji, tetapi setidaknya Anda mendapatkan gambaran sebelum bernegosiasi, berapa harga pasar yang adil untuk diri anda ataupun perusahaan yang anda lamar.

Bila bertemu teman dalam acara-acara networking, sempatkan juga untuk mendapatkan data tersebut. Tentu saja Anda tidak langsung menanyakan berapa gaji teman Anda tersebut, tetapi Anda dapat menanyakan hal-hal seperti, “Berapa ya kira-kira gaji seseorang dengan pengalaman yang sama dengan saya di perusahaan Anda? Berapa kira-kira pendapatan seorang dengan kinerja terbaik?”, “Bagaimana perusahaan Anda menentukan gaji? Bagaimana perusahaan Anda menghargai seorang  ahli teknik yang fresh graduate?”, “Saya sudah terlalu lama berada di sebuah perusahaan yang sama, jadi tidak mengetahui perkembangan gaji. Bolehkah Anda cerita sedikit informasi umum tentang perusahaan Anda?

Langkah lain yang dapat anda lakukan, pastikan juga jika Anda berbicara dengan rekan atau kerabat yang bekerja pada perusahaan besar untuk menanyakan batasan gaji yang tetap berdasarkan tingkatan pekerjaan diperusahaan tersebut.

Dengan mendapatkan data dari berbagai sumber maka Anda tidak “blank” ketika tiba saatnya bernegosiasi.

Menyusun target gaji

Ketika akan membuat target gaji, jangan lupa tentang bonus dan benefit jangka panjang seperti bonus akhir tahun, komisi penjualan yang dibayarkan per tahun, Stock option apabila ada, dan tunjangan pensiun. Setelah menganalisa semua temuan di atas, buatlah target kompensasi Anda dalam tiga kategori:

  1. Angka “Realitas”: angka terendah yang akan Anda terima, jumlah yang mencukupi untuk membayar tagihan-tagihan dan membuat Anda nyaman bekerja dan memiliki tabungan jangka panjang.
  2. Angka “Nyaman” : jumlah yang akan Anda terima dan merasa bahwa Anda telah dihargai cukup, angka yang masuk akal.
  3. Angka “Impian” : gaji ideal atau tingkat kompensasi seorang dengan kinerja terbaik (top performer) dalam posisi yang Anda incar tersebut.

Supply and demand

Hukum persediaan dan permintaan (supply and demand) juga berlaku dalam negosiasi gaji. Apabila keahlian Anda sangat sulit dicari, maka permintaan lebih besar dari persediaan sehingga Anda mempunyai kekuatan besar dalam negosiasi. Demikian pula sebaliknya, apabila kandidat dengan keahlian seperti Anda berlimpah, maka akan sulit bagi Anda untuk menawar.

Simpanlah Pembicaraan Tentang Gaji Hingga Seakhir Mungkin

Saran terakhir adalah, simpanlah pertanyaan tentang gaji ini pada tahapan seakhir mungkin. Karena apabila di awal sudah tidak cocok dengan gaji maka Anda kehilangan kesempatan untuk dipertimbangkan.

Bila perusahaan memaksa dengan mengharuskan mencantumkan gaji yang diharapkan (expected salary), maka yang bisa dilakukan adalah, setidaknya jangan mencantumkan gaji harapan di surat lamaran. Apabila perekrut tidak menemukan bagian gaji di surat lamaran Anda, setidaknya dia telah membaca surat lamaran dan kemudian mencari di CV. Itu berarti setidaknya dia telah membaca CV Anda sebelum membaca mengenai gaji.

Semoga pembahasaan kali ini bermanfaat bagi kita semua….terutama bagi anda yang sedang dan akan melamar pekerjaan. SUKSES untuk kita bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: